Berdasarkan hasil rapat dewan guru, panitia PPDB dan Komite Sekolah pada Tahun Pelajaran 2013/2014, SMA Negeri Tanjungkerta mengadakan program Penerimaan Siswa Baru yang dapat dijabarkan sebagai berikut :

A.  JALUR PENERIMAAN

1.   Jalur Reguler

Jalur Reguler merupakan jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dimana teknis pelaksanaannya mengacu pada aturan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

2.   Jalur Prestasi/Beasiswa

Jalur Prestasi adalah jalur khusus yang diperuntukan bagi siswa yang berprestasi secara individual dalam bidang akademik dan non akademik pada tingkat sekolah, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi maupun tingkat nasional yang akan diberikan beasiswa berupa :

a.    Pembebasan DSP Bulanan selama 1 (satu) tahun.

b.    Pemotongan sebesar 50% DSP Tahunan.

c.    Apabila siswa tersebut bisa mempertahankan prestasinya mencapai 3 besar di kelas X, maka dibebaskan DSP bulanan selama 1 tahun di kelas XI.

B.   SYARAT DAN KETENTUAN

1.   Jalur Reguler

a.    Telah Tamat SMP/MTs/Program Paket B dan memiliki STTB/SKHUN.

b.    Memiliki Standar Kompetensi Hasil Ujian (SKHUN) /Surat Tanda Lulus (STL) SMP/MTs/Program Paket B/Daftar Nilau Ujian Persamaan Tamat SMP.

c.    Berusia setinggi-tingginya18 tahun pada awal Tahun Pelajaran baru (18 Tahun).

d.    Calon Siswa SMA harus berkelakuan baik dan tidak terlibat kenakalan remaja/penyalahgunaan obat-obat terlarang/tawuran yang dinyatakan dalam Kartu  Daftar Pribadi/Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari sekolah asal.

e.    Calon siswa yang bukan Lulusan Tahun pelajaran 2012/2013 harus menyerahkan Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKKB) dari Kepolisian.

2.   Jalur Prestasi

a.    Jumlah kuota penerimaan beasiswa sebanyak 10% dari jumlah daya tampung siswa pada tahun pelajaran 2013/2014.

b.    Memiliki prestasi dalam bidang akademik dan non akademik yang dibuktikan dengan dokumen berdasarkan prioritas sebagai berikut :

1)    Peringkat akademik siswa di SMP/MTs/Sederajat (fotocopy raport semester 1, 2, 3, 4 dan 5 yang dilegalisir oleh kepala sekolah).

2)    Sertifikat OSN atau O2SN tingkat Nasional, tingkat Provinsi, tingkat Kebupaten, maupun tingkat Kecamatan.

c.    Direkomendasikan oleh Kepala Sekolah asal yang dibuktikan dengan Surat Rekomendasi Kepala Sekolah.

d.    Apabila pendaftar yang melalui  jalur prestasi lebih dari kuota,  maka yang diambil adalah siswa yang mempunyai nilai tertinggi.

C.   WAKTU PENDAFTARAN

1.   Jalur Reguler

a.    Pendaftaran peserta disesuaikan dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kab. Sumedang.

b.    Pengumuman penerimaan hasil seleksi ditentukan kemudian setelah diterbitkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kab. Sumedang.

2.   Jalur Prestasi/Beasiswa

a.    Pendaftaran peserta disesuaikan dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kab. Sumedang.

b.    Pengumuman penerimaan hasil seleksi ditentukan kemudian setelah diterbitkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kab. Sumedang.

D.   KETENTUAN

Bagi siswa SMA Negeri Tanjungkerta yang berprestasi di jalur akademik/non akademik baik Tingkat Kabupaten,Provinsi dan Nasional akan mendapatkan REWARD dari Sekolah.

Informasi lebih lanjut yang berkaitan dengan PPDB SMA Negeri Tanjungkerta Tahun Pelajaran 2013/2014 dapat menghubungi :

1.  Panitia PPDB SMAN Negeri Tanjungkerta di Kampus pada jam kerja pukul : 07.00 s.d. 15. 00 WIB.

2.  Contact Personal :

a.    Drs. Wendi Heryawan / Sekretaris   ( 085 320 388 023 )

b.    Mulyani, S.Pd. / Anggota   ( 085 220 106 274 )

c.    Agus Rukmana, S.Ag. / Anggota   ( 081 221 237 701 )

d.    Yayat Rohayati, S.Pd. / Anggota   ( 081 322 223 436 )

3.  Mengunjungi halaman web SMA Negeri Tanjungkerta

Http://www.smantjk.wordpress.com

SIAP TEGAKKAN DISIPLIN …….!!!

Posted: September 19, 2012 in Humas

Siswa yang memiliki disiplin adalah siswa yang menaati peraturan-peraturan yang telah ditentukan oleh sekolah, misalnya hadir tepat waktu, taat terhadap peraturan, dan berprilaku sesuai norma-norma yang telah ditentukan di sekolah maupun dalam masyarakat. Sebaliknya siswa yang kurang disiplin adalah siswa yang  melanggar aturan-aturan yang ditentukan. Perilaku siswa sebenarnya terbentuk dari tiga faktor, yaitu keluarga, masyarakat, dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri sekolah merupakan salah satu faktor yang dominan terhadap perubahan perilaku siswa, karena sekolah merupakan tempat yang paling efektif dalam menegakkan kedisiplinan melalui peraturan (tata tertib) yang telah ditetapkan semenjak siswa dinyatakan sebagai siswa di sekolah . Karena sekolah adalah tempat berinteraksi antar siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa. Lingkungan pendidikan (sekolah) merupakan tempat calon generasi penerus dalam menimba ilmu untuk  menjadi manusia yang sukses. Dengan ditegakkannya disiplin di sekolah akan menciptakan lingkungan yang kondusif, di mana ada rasa aman dan nyaman sehingga mengoptimalkan tujuan yang hendak dicapai, baik bagi siswa itu sendiri maupun sekolah.

Dalam rangka penegakan displin siswa,  pembina OSIS SMAN Tanjungkerta melaksanakan razia terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan siswa, tepatnya pada hari Senin tanggal 17 September 2012, setelah upacara bendera dilaksanakan ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan siswa, mulai dari pakain,  penggunaan sabuk yang tidak sesuai dengan logo sekolah. Untuk siswa laki-laki masih kedapatan rambut yang melebihi kuping, model celana dengan model ketat hingga topi yang ditulisi oleh spidol. Para siswa putri pun tak luput dari razia, mulai dari ketentuan menggunakan rok, rambut, kerudung, dan sebagainya.

Kegiatan ini dilaksanakan demi penegakan disiplin. Sehingga sekolah kita menjadi sekolah yang mempunyai tingkat disipilin yang tinggi. Jangan gebrak tumila yang tidak ada kelanjutan. Kita harus konsisten terhadap apa yang telah kita perbuat yang nantinya menjadi suatu pembiasaan yang tidak lagi menjadi beban baik bagi guru maupun siswa. Bravo untuk pembina OSIS SMAN Tanjungkerta, terus maju menegakkan disiplin siswa.

DARAH MENGALIR DI SMAN TANJUNGKERTA

Posted: September 13, 2012 in Humas

Ada banjir darah di sekolah kita? Benar sekali! Tapi yang satu ini dalam arti positif dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Untuk kesekian kalinya SMAN Tanjungkerta menjadi tempat pelaksanaan Donor Darah. Kegiatan rutin PMI Cab. Sumedang ini dikuti oleh jajaran pemerintahan dan masyarakat yang berada di lingkungan Kec.  Tanjungkerta beserta keluarga besar SMAN Tanjungkerta termasuk siswa dan siswinya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 September 2012 di ruang Perpustakaan SMAN Tanjungkerta.

  

Tampak beberapa siswa SMAN Tanjungkerta  siap ikut menyumbangkan darahnya dan tidak sedikit yang ditolak karena beberapa hal, seperti usia kurang dari 17 tahun atau HB yang kurang dari 12,5. Dari sekian banyak siswa yang ikut menyumbangkan darahnya  terdapat beberapa siswa dengan rasa cemas karena baru pertama kali ikut menyumbangkan darahnya. Ada juga yang menyatakan terbayang jarum suntik yang begitu besar sehingga tak jarang yang mengurungkan niatnya karena ketidaksiapan mental. Tak kalah antusiasnya, guru-guru SMAN Tanjungkerta juga turut mendonorkan darahnya. Seperti Ibu Yuyus yang harus dengan sabar menstabilkan kembali tekanan darahnya,  Ibu Anita Silviani, S.Pd. yang telah rutin setiap bulan bakti donor darah selalu ikut serta, Bapak Drs. Wawan Hermawan yang sudah tak canggung untuk menjadi pendonor darah, Ibu Elin Surtini , S.Pd. yang selama dua tahun belum pernah menyumbangkan darahnya, tak kalah Bapak Edy Sugiono, S.Pd. yang telah mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan PIN dari PMI ikut serta juga menyumbangkan darahnya.

Alhamdulillah, pada kesempatan ini PMI mendapatkan kurang lebih  40 kantong darah dari sekitar 65 pendonor. Mudah-mudahan donor darah ini dapat menambah persediaan darah yang ada di PMI dan setiap tetesnya menjadi jalan terselamatkannya nyawa manusia. Amin…..

ADA (LAGI) IHT DI SMAN TANJUNGKERTA

Posted: September 12, 2012 in Humas

Lokasi sekolah kami jauh dari mana-mana. Dilihat dari letak geografis yang kurang menguntungkan,  jalan hanya dilalui oleh satu jalur angkutan pedesaan, sedang keberadaan sekolah kami berada di perbatasan dua desa yaitu desa Sukamantri dan Tanjungmekar.  Dengan segala keterbatasan,  kami ingin memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Melalui program  IHT yang sangat bermanfaat ini  diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia dan pada akhirnya dapat mendukung pada tujuan  yang diharapkan seluruh guru dan siswa siswi yang berada di lingkungan SMAN Tanjungkerta”. Itulah sambutan yang diberikan oleh Kepala SMAN Tanjungkerta, Bapak Dadang Kusmara, S.Pd., M.Pd. pada kegiatan IHT (In Hause Training) yang dilaksanakan tanggal 5 – 6  September 2012 yang bertemakan “Penyusunan Bahan Ajar dan Pengelolaan Perpustakaan Berbasis TIK”.

SMAN Tanjungkerta telah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa Block Grand, dengan tujuan pemerataan mutu pendidikan yang berpijak kepada 8 standar penilaian, bahwa SMAN Tanjungkerta berdasarkan pemetaan termasuk kedalam sekolah belum berkembang (sekolah imbas) dan sebagai sekolah pengimbasnya adalah SMAN 2 Tasikmalaya.

Program ini dibagi 3, yaitu :

  1. On the Job Learning, yang telah dilaksanakan  selama 3 hari di SMAN 2 Tasikmalaya yang diikuti oleh Kepala Sekolah (Bapak Dadang Kusmara, S.Pd., M.Pd.), Wakasek Ur. Kurikulum (Bapak Edy Sugiono, S.Pd.), dan Staf TU (Bapak Lalan Surachman)
  2. Implementasi, yaitu kegiatan IHT yang diikuti oleh guru-guru SMAN Tanjungkerta
  3. Pemantauan dan pelaporan

In House Training adalah program implementasi dari OJL (On The Job Learning ) yang melibatkan 30 guru SMAN Tanjungkerta dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, dalam hal ini diwakili oleh Kabid Pendidikan Menengah, Bapak Drs. Yuyun Bahtiar, M.Pd., Komite Sekolah  (Bapak Azis dan Bapak H. Anda), Pengawas  (Bapak Rahman Hidayat, S.Pd., M.Pd.), dan sekolah pengimbas sebagai nara sumber (SMAN 2 Tasikmalaya).

Materi yang dilaksanakan pada IHT, yaitu Manajemen Pengelolaan Sekolah yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Syarif Hidayat, M.Pd. selaku Kepala SMAN 2 Tasikmalaya, materi Kesiswaan oleh Bapak Drs. Nanang Setiawan, Pemanfaatan Analisis Konteks oleh Bapak Drs. H. Tedi Setiadi, M.Pd., dan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis TIK oleh Bapak M. Iman Firmansyah, S.Kom.

Acara ini dikhiri dengan pemberian tugas kepada guru-guru untuk membuat Bahan Ajar berbasis TIK yang harus segara dikumpulkan sebagai bahan pelaporan.

Berdasarkan hasil rapat dewan guru, panitia PPDB dan Komite Sekolah pada Tahun Pelajaran 2012/2013, SMA Negeri Tanjungkerta mengadakan program penerimaan siswa baru yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. A.      JALUR PENERIMAAN
    1. 1.       Jalur Reguler

Jalur Reguler merupakan jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dimana teknis pelaksanaannya  mengacu pada aturan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.  seperti pada tahun sebelumnya.

  1. 2.       Jalur Prestasi/Beasiswa

Jalur prestasi adalah jalur khusus yang  diperuntukkan bagi siswa yang berprestasi secara individual dalam bidang akademik dan non akademik pada tingkat sekolah,  kecamatan, kabupaten maupun tingkat nasional yang akan diberikan beasiswa berupa:

  • Pembebasan DSP Bulanan selama 1 (satu) tahun dan apabila siswa yang bersangkutan dapat  mempertahankan prestasinya maka program beasiswa akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
  • Pemotongan sebesar 50% DSP Tahunan.
  1. SYARAT DAN KETENTUAN
    1. 1.       Jalur Reguler
      1. Telah Tamat SMP/MTs/ Program Paket B dan memiliki STTB/SKHUN.
      2. Memiliki Standar Kompetensi Hasil Ujian Nasional (SKHUN)/Surat Tanda Lulus (STL) SMP/MTs/Program Paket B/Daftar Nilai Ujian Persamaan Tamat SMP.
      3. Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal Tahun Pelajaran baru (18 Juli 2012)
      4. Calon siswa SMA harus berkelakuan baik dan tidak terlibat kenakalan remaja /penyalahgunaan obat narkoba/ tawuran yang dinyatakan dalam kartu Daftar Pribadi/Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari  sekolah asal.
      5. Calon siswa yang bukan lulusan Tahun Pelajaran 2012/2013 harus menyerahkan Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKKB) dari POLRI setempat.
  2. 2.       Jalur Prestasi
    1. Jumlah kuota penerima beasiswa sebanyak 10 % dari jumlah daya tampung siswa tahun pelajaran 2012/2013.
    2.  Memiliki prestasi dalam bidang akademik dan non akademik yang dibuktikan dengan dokumen berdasarkan prioritas sebagai berikut:

1)      Sertifikat OSN dan atau OOSN tingkat Nasional, Kabupaten, Kecamatan.

2)      Peringkat akademik siswa di SMP/sederajat (fotocopy raport semester 1, 2, 3, 4, dan 5 yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah)

  1. Direkomendasikan oleh Kepala Sekolah asal yang dibuktikan Surat Rekomendasi Kepala Sekolah.
  1. C.      WAKTU PENDAFTARAN
    1. 1.       Jalur Reguler
      1. Pendaftaran peserta dilaksanakan pada tanggal 3 juni – 11 juli 2012
      2. Pengumuman penerimaan hasil seleksi ditentukan kemudian setelah diterbitkan ketentuan dari Disdik Kab. Sumedang.
  2. 2.        Jalur Prestasi/beasiswa
    1. Pendaftaran peserta dilaksanakan pada tanggal 3 – 26 juni 2012
    2. Seleksi dilakukan oleh panitia PPDB SMAN Tanjungkerta dan pengumuman penerimaan hasil seleksi selambat-lambatnya pada tanggal : 28 Juni 2012.
  1. D.      KETENTUAN LAIN

Informasi lebih lanjut yang berkaitan dengan PPDB SMA Negeri Tanjungkerta Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat menghubungi :

  • Panitia PPDB PPDB SMAN Tanjungkerta di kampus pada jam kerja pukul:  07.00 – 15.00 WIB.
  • Contact Personal:
    • Yuli Karya Saputra/Ketua Panitia    (085.722.047.992) [INDOSAT]
    • Anita Silviani/anggota                         (081.395.223.100) [TELKOMSEL]

Rupanya program Kadisdik Kabupaten Sumedang untuk terus menjalin silaturahmi dengan semua lembaga pendidikan dasar dan menengah secara konsisten dijalankan. Hari ini Rabu tanggal 2 november 2011, Kadisdik Kabupaten Sumedang bapak Drs. H. Sanusi Mawi, M.Si melaksanakan apel pagi tepat pukul 07.00 WIB di SMAN Tanjungkerta. Beliau ditemani ajudan dan sopir pribadinya datang ke SMAN Tanjungkerta pada pukul 06.35 WIB, yang langsung disambut oleh Kepala SMAN Tanjungkerta, Bapak Dadang Kusmara, S.Pd, M.Pd, beserta Wakasek Sarana, Humas dan beberapa guru.

Setibanya di Sekolah, beliau tidak langsung masuk ke ruang kepala, tetapi minta ditemani berkeliling ke semua penjuru sekolah, melihat dan mengamati langsung kondisi ruang kelas dan fasilitas lain di SMAN Tanjungkerta.

Pukul 06.55 WIB seluruh siswa sudah berbaris rapih di lapangan upacara dipimpin oleh pemimpin upacara Robby Lugita kelas XI IPS 1, dan tepat pukul 07.00 Bapak Drs. H. Sanusi Mawi, M.Si memberikan arahan, pesan, nasihat berharga bagi Kepala Sekolah, Guru, staf TU dan terlebih untuk seluruh siswa SMAN Tanjungkerta. Beliau berharap generasi muda harapan bangsa muncul menjadi generasi yang kokoh, kuat secara fisik dan psikis, berkarakter pribadi bangsa. Beliau mencontohkan bahwa bangsa Jepang, China, Korea, muncul menjadi bangsa yang kuat berawal dari karakter positif yang dimilikinya, seperti membiasakan datang tepat waktu, olah raga teratur, tetap mengedepankan prilaku sopan santun, serta kebiasaan makan makanan yang sehat  dan minum air putih. Jauhilah narkoba, aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan Paskibra.

Begitu pun dengan Kepala Sekolah dan staf Guru harus memberikan contoh teladan positif kepada anak didiknya. Selain itu beliau mengomentari kondisi sekolah yang sudah cukup bersih dan berani memberikan nilai 8 untuk kebersihan, tapi tetap harus ditingkatkan agar diperoleh nilai 9. Sontak seluruh yang hadir memberikan tepuk tangan meriah. Beliau menyarankan bahwa kegiatan  mengecat kelas bersama dapat memberikan efek positif siswa untuk dapat mencintai sekolahnya.

Di akhir pembicaraannya, beliau menekankan untuk menghayati dan memaknai kembali visi dan misi sekolah yang kadang terlupakan.

Photo bersama dengan seluruh keluarga besar SMAN Tanjungkerta menjadi acara penutup dari kegiatan apel pagi.

Pukul 07.40 WIB beliau meninggalkan kampus SMAN Tanjungkerta dan kembali melanjutkan acara silaturahmi ke sekolah lain.

Oleh : Agus Rukmana, S.Ag.

Menyelenggarakan Pendidikan merupakan amanah Undang-undang yang tertuang dalam Undang-undang Sisdiknas tahun 2003. Pada pasal 3 disebutkan bahwa : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Sisdiknas 2003 pasal 3).

Bangsa Indonesia yang selama ini dikenal religius, memiliki budaya pemaaf, paternalistik, toleran (tepo sliro), gotong royong dan bukanlah  menjadi bangsa yang pemarah, egois dan agresif. Upaya untuk mengembalikan kearah tersebut, maka peranan Masjid Al-Tarbiyyah sebagai salah satu alternative dalam mengantisipasi siswa SMA Negeri Tanjungkerta  terhadap gejala kearah perbuatan atau sikap siswanya yang kurang sesuai dengan harapan Orangtua, Masyarakat, dan Negara. Peranan Masjid Al- Tarbiyyah tidak hanya sebatas tempat beribadah (sholat) saja, akan tetapi, masjid tersebut sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, berkreasi, termasuk ikut berpartisipasi aktif pada program Pemerintah saat ini dalam pendidikan karakter. Peranan  DKM Al-Tarbiyyah dalam melaksanakan agenda kegiatannya, mudah- mudahan   dapat membentuk siswa SMAN Tanjungkerta menjadi anak yang santun, ramah, toleran. Jika ternyata pendidikan karakter dan manfaat keberadaan Masjid Al-Tarbiyyah yang lainnya terdapat kekurangan dan hambatan , maka kami pihak sekolah melibatkan Komite Sekolah dan seluruh Civitas sekolah segera mengevaluasi diri dan dirumuskanlah program yang lebih strategis dan praktis sehingga pendidikan karakter melalui keberadaan Masjid sekolah dapat mejadi solusi dari krisis moral yang menyebabkan problematika sosial di masyarakat yakni mengembalikan jati diri Bangsa Indonesia yang selama ini dikenal religius, memiliki budaya pemaaf, paternalistik, toleran (tepo sliro), gotong royong bukan  menjadi bangsa yang pemarah, egois dan agresif.

Atas dasar itulah pihak sekolah, Pembina Kerohanian dan Pengurus DKM Masjid Al-Tarbiyyah SMAN Tanjungkerta terus berbenah diri memperbaiki dan menambah hal yag kaitanya dengan penataan infrastuktur. Diantarannya membuat tempat Wudlu untuk Laki-laki dan Sekretariat DKM, adapun sumber dana berasal dari infaq dari siswa pada setiap hari Jum’at dan bantuan Komite Sekolah. “Jazakumullah Khoiran Katsira “ kami ucakapkan kepada seluruhnya termasuk para Alumni yang telah peduli terhadap Pembangunan Masjid Al-Tarbiyyah.